Selasa, 10 Februari 2015

Pesona Bandealit

Terletak di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, pantai Bandealit menawarkan panorama yang mempesona dan indah untuk dikunjungi. Pantai ini terletak di sebelah selatan kota Jember, sekitar 35 Km dari pusat kota. Pantai Bandealit terletak bersebelahan dengan pantai Sukamade dan memiliki ombak yang tenang dan berpadu dengan keindahan alam yang hijau.



Menuju ke Bandealit, dapat melalui dua rute. Rute yang pertama yaitu dari Kota Jember menuju kecamatan Ambulu, sampai di perempatan Ambulu arah Pantai Papuma, belok kiri menuju Perkebunan Kota Blater, dibutuhkan waktu sekitar 3.5 jam total perjalanan. Mengingat perjalanan yang dilalui jauh dan hampir 70% perjalanan kita akan melalui jalan makadam. Saya sarankan menggunakan kendaraan ber ground clearance ataupun double gardan. Karena medan yang ditempuh sangat tidak bersahabat.

Masuk Taman Nasional Meru Betiri jalan yang beraspal digantikan dengan jalan makadam menembus belantara hutan lebat. Perjalanan selama hampir 2 - 3 jam melewati jalanan yang belum layak disebut jalan, sukses membuat pantat semakin tipis. Namun pemandangan yang dilewati sangatlah awesome, jalan naik turun dan berliku sungguh menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, lebatnya hutan kawasan Meru Betiri menambah kesan misteri, beberapa kali juga melewati jembatan kayu rapuh dengan sungai mengalir deras dibawahnya.




Bahkan sebelum pos penjagaan timbang kita akan menemukan plot permanen sebaran Rafflesia Arnoldi. Ya disini adalah tempat sebaran alami beberapa bunga Rafflesia Arnoldi dan jika beruntung kita dapat menemukan beberapa Bunga Rafflesia Arnoldi tersebut di beberapa titik.


Memasuki desa Andongrejo, ini adalah desa terakhir sebelum kita masuk di teluk merubetiri. Di persimpangan jalan, lurus menuju ke Pantai Bandealit, sedangkan jika belok kiri menuju Teluk Meru. Sebelum Pantai Bandealit, kita akan mendapati Jembatan tua dengan aliran sungai deras di bawahnya, sedikit menyisi dari sungai tersebut kita bisa menemukan sumur tua yang di kramatkan penduduk sekitar.




Rasa lelah di perjalanan selama kurang lebih 3 jam terbayar tuntas ketika terdengar deburan ombak memecah karang dari kejauhan, pemandangan pantai Bandealit menawarkan pesona yang berbeda, pantai ini menjadi persinggahan Rusa dan Babi, jika beruntung kita bisa menemukan kawanan mereka berjalan santai di hutan dekat muara.

Muara barat bandealit selain sebagai habitat mangrove, juga merupakan lokasi pengamatan burung air. Sungguh paket lengkap terbaik jika kita mengunjungi kawasan Meru Betiri, berkenalan dengan populasi beserta habitat asli didalamnya dan dengan pantai Bandealit sebagai bonusnya.




#Paradise Touring Club Sidoarjo :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar