Menuju ke Bandealit,
dapat melalui dua rute. Rute yang pertama yaitu dari Kota Jember menuju
kecamatan Ambulu, sampai di perempatan Ambulu arah Pantai Papuma, belok kiri
menuju Perkebunan Kota Blater, dibutuhkan waktu sekitar 3.5 jam total
perjalanan. Mengingat perjalanan yang dilalui jauh dan hampir 70% perjalanan
kita akan melalui jalan makadam. Saya sarankan menggunakan kendaraan ber ground
clearance ataupun double gardan. Karena medan yang ditempuh sangat tidak
bersahabat.
Masuk Taman Nasional
Meru Betiri jalan yang beraspal digantikan dengan jalan makadam menembus
belantara hutan lebat. Perjalanan selama hampir 2 - 3 jam melewati jalanan yang
belum layak disebut jalan, sukses membuat pantat semakin tipis. Namun
pemandangan yang dilewati sangatlah awesome, jalan naik turun dan berliku
sungguh menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, lebatnya hutan kawasan Meru
Betiri menambah kesan misteri, beberapa kali juga melewati jembatan kayu rapuh
dengan sungai mengalir deras dibawahnya.
Bahkan sebelum pos
penjagaan timbang kita akan menemukan plot permanen sebaran Rafflesia Arnoldi.
Ya disini adalah tempat sebaran alami beberapa bunga Rafflesia Arnoldi dan jika
beruntung kita dapat menemukan beberapa Bunga Rafflesia Arnoldi tersebut di
beberapa titik.
Memasuki desa
Andongrejo, ini adalah desa terakhir sebelum kita masuk di teluk merubetiri. Di
persimpangan jalan, lurus menuju ke Pantai Bandealit, sedangkan jika belok kiri
menuju Teluk Meru. Sebelum Pantai Bandealit, kita akan mendapati Jembatan tua
dengan aliran sungai deras di bawahnya, sedikit menyisi dari sungai tersebut
kita bisa menemukan sumur tua yang di kramatkan penduduk sekitar.
Rasa lelah di perjalanan selama kurang lebih 3 jam terbayar tuntas ketika terdengar deburan ombak memecah karang dari kejauhan, pemandangan pantai Bandealit menawarkan pesona yang berbeda, pantai ini menjadi persinggahan Rusa dan Babi, jika beruntung kita bisa menemukan kawanan mereka berjalan santai di hutan dekat muara.
Muara barat bandealit selain sebagai habitat mangrove, juga merupakan
lokasi pengamatan burung air. Sungguh paket lengkap terbaik jika kita
mengunjungi kawasan Meru Betiri, berkenalan dengan populasi beserta habitat
asli didalamnya dan dengan pantai Bandealit sebagai bonusnya.
#Paradise Touring Club Sidoarjo :)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar