Rabu, 11 Februari 2015

Relationship or Marriage

Asalamualaikum wr. wb.
artikel kali ini bakal membahas masalah soal anak muda kebanyakan, jadi selamat membaca yaaa semoga bermanfaat...
Pacaran NO... !!! Married YES.. !!!
Fenomena pacaran dikalangan anak muda emang udah engak asing lagi bagi kita bahkan sekarang engak cuma anak muda aja yang udah berumur pun ada loh..*super sekali* .Tentu masalahnya engak habis disitu aja yang paling berbahaya adalah dampak dari pacaran itu.

Buat para anak muda pasti pada udah ngerti sama tanggal 14 Februari yang "katanya" hari kasih sayang itu, terus pertanyaan nya cuma sehari aja sayang-sayangan nya? engak takut dosa? kan belum resmi? terus manfaat nya apa buat masa depan kamu? apa perlu sekarang sayang-sayangan nya? engak pengen kah kamu sukses dulu bisa buat bangga ortu dan berguna bagi agama kamu, bagi masyarakat kamu, bagi negara kamu? nah kalo sekarang udah paham kenapa masih dijalanin? udah terlanjur sayang? terlanjur cinta? atau terlanjur yang lainnya? kalo emang kamu sayang seharusnya kamu engak biarin dong dia malah terjerumus ke dosa zina. Kalo emang udah siap kenapa harus takut buat melamar? kan lebih halal begitu. Dampak dari pacaran yang belum jelas arahnya itu banyak contoh nih..
1. kalo masih pelajar tentu pelajaran terganggu karena konsentrasinya terpecah.
2. hubungan dengan masyarakat jadi kurang, karena waktunya habis buat jalan-jalan.
3. seks bebas, juga pernikahan dini.
4. dan yang lebih gawat sampai-sampai meninggalkan ibadah nya kepada Allah SWT..
 
Dampak Negatif
Menurut data SDKI 2008, yang dirilis BKKBN rata-rata nasional angka kematian ibu melahirkan (AKI) mencapai 228 per 100 ribu kelahiran hidup. Dari jumlah tersebut, kematian akibat aborsi tercatat mencapai 30 persen. Sementara itu, laporan 2013 dari Australian Consortium For In Country Indonesian Studies menunjukan hasil penelitian di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia terjadi 43 persen aborsi per 100 kelahiran hidup.Aborsi tersebut dilakukan oleh perempuan di perkotaan sebesar 78 % dan perempuan di pedesaan sebesar 40 %.Fasli mengatakan perempuan yang melakukan aborsi di daerah perkotaan besar di Indonesia umumnya berusia remaja dari 15 tahun hingga 19 tahun. Umumnya, aborsi tersebut dilakukan akibat kecelakaan atau kehamilan yang tidak diinginkan. Sumber : CNN Indonesia

Lihat sendiri kan angkanya itu cuma salah satu diantara banyak nya dampak dari pacaran yaitu ABORSI serem engak tuh buat para ladies dengernya? resiko dari aborsi kalo engak malu sama masyarakat karena hamil diluar nikah ya meninggal dunia tinggal pilih deh...*tapi itu bukan pilihan ya*.Terus bagaimana sih Islam menyikapi masalah pacaran ini berikut Ayat dalam Al-Quran yang akan menjelaskannya

-"Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik. (QS. An Nahl:72)


-"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-nur:30)

Nah dalam agama udah jelas kan kalo pacaran itu negatif,dalam masyarakat juga negatif dan dalam kehidupan bisa manghalangi impian kamu.

Daripada kegiatan yg engak jelas arahnya itu gimana kalo mulai sekarang kita berfikir lebih luas semisal bisa kegiatan yg menghasilkan uang,atau kegiatan sosial di masyarakat itu akan jauh lebih baik dan berguna pastinya.
So, kalimat yang tepat buat kesimpulan adalah..
Jadi putusin dia sekarang atau lamar dia sekarang...!!!


Islam bukan agama yang memaksakan, kita dikaruniai otak untuk berfikir mana yang baik dan yang buruk. Dan apabila sesuatu jika dipaksakan maka hasilnya juga tidak akan baik karena tidak akan ikhlas jalanin nya tapi sesuatu yang didasarkan pada kesadaran diri maka hasilnya akan luar biasa. Lagian hukumnya juga udah jelas kan semua pilihan ada di kamu.

quote: semua manusia pernah salah tapi inti dari kesalahan itu adalah bagaimana kita mau berubah untuk tidak mengulanginya lagi. See you.. wasalamualaikum wr wb

@ www.facebook.com/andria.herbowo?fref=ts
@ www.facebook.com/achmad.sabhar


Selasa, 10 Februari 2015

Pesona Bandealit

Terletak di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, pantai Bandealit menawarkan panorama yang mempesona dan indah untuk dikunjungi. Pantai ini terletak di sebelah selatan kota Jember, sekitar 35 Km dari pusat kota. Pantai Bandealit terletak bersebelahan dengan pantai Sukamade dan memiliki ombak yang tenang dan berpadu dengan keindahan alam yang hijau.



Menuju ke Bandealit, dapat melalui dua rute. Rute yang pertama yaitu dari Kota Jember menuju kecamatan Ambulu, sampai di perempatan Ambulu arah Pantai Papuma, belok kiri menuju Perkebunan Kota Blater, dibutuhkan waktu sekitar 3.5 jam total perjalanan. Mengingat perjalanan yang dilalui jauh dan hampir 70% perjalanan kita akan melalui jalan makadam. Saya sarankan menggunakan kendaraan ber ground clearance ataupun double gardan. Karena medan yang ditempuh sangat tidak bersahabat.

Masuk Taman Nasional Meru Betiri jalan yang beraspal digantikan dengan jalan makadam menembus belantara hutan lebat. Perjalanan selama hampir 2 - 3 jam melewati jalanan yang belum layak disebut jalan, sukses membuat pantat semakin tipis. Namun pemandangan yang dilewati sangatlah awesome, jalan naik turun dan berliku sungguh menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, lebatnya hutan kawasan Meru Betiri menambah kesan misteri, beberapa kali juga melewati jembatan kayu rapuh dengan sungai mengalir deras dibawahnya.




Bahkan sebelum pos penjagaan timbang kita akan menemukan plot permanen sebaran Rafflesia Arnoldi. Ya disini adalah tempat sebaran alami beberapa bunga Rafflesia Arnoldi dan jika beruntung kita dapat menemukan beberapa Bunga Rafflesia Arnoldi tersebut di beberapa titik.


Memasuki desa Andongrejo, ini adalah desa terakhir sebelum kita masuk di teluk merubetiri. Di persimpangan jalan, lurus menuju ke Pantai Bandealit, sedangkan jika belok kiri menuju Teluk Meru. Sebelum Pantai Bandealit, kita akan mendapati Jembatan tua dengan aliran sungai deras di bawahnya, sedikit menyisi dari sungai tersebut kita bisa menemukan sumur tua yang di kramatkan penduduk sekitar.




Rasa lelah di perjalanan selama kurang lebih 3 jam terbayar tuntas ketika terdengar deburan ombak memecah karang dari kejauhan, pemandangan pantai Bandealit menawarkan pesona yang berbeda, pantai ini menjadi persinggahan Rusa dan Babi, jika beruntung kita bisa menemukan kawanan mereka berjalan santai di hutan dekat muara.

Muara barat bandealit selain sebagai habitat mangrove, juga merupakan lokasi pengamatan burung air. Sungguh paket lengkap terbaik jika kita mengunjungi kawasan Meru Betiri, berkenalan dengan populasi beserta habitat asli didalamnya dan dengan pantai Bandealit sebagai bonusnya.




#Paradise Touring Club Sidoarjo :)