Rabu, 31 Agustus 2016

TouchPro Surabaya


TouchPro Surabaya merupakan perusahaan periklanan, baik Indoor maupun Outdoor yang berpengalaman. Dengan didukung oleh sumber daya manusia yang handal, dan profesional. Kami menangani pekerjaan dengan hati-hati dan cermat, sehingga hasilnya akan memuaskan perusahaan Anda. Kami memberikan perhatian penuh pada kualitas pelayanan dan kualitas produk yang memuaskan klien. Kami merupakan solusi percetakan murah di surabaya, sidoarjo dan sekitarnya.

TouchPro Surabaya yang berlokasi di Jalan Jemur Gayungan Gg. 1 No 85 A Surabaya. Telp: 0851 3040 9602,  Pin: 5E63151E, kami akan memberi  anda lebih dari pelayanan konvensional.

Kami Menyediakan Berbagai Macam Pembuatan:
- Spanduk, Umbul – Umbul
- Banner 
- Vandel / plakat (marmer/Acrilic), 
- Sticker, Pin, Id card Dan Lain – Lain, 

Dan Kami Juga Menyediakan Jasa cetak Undangan, Buku Yasin, dan souvenir. Kami melayani pemesanan di seluruh Area Surabaya dan Sidoarjo (Free Ongkir)*.
Kami Akan Selalu Siap Melayani Anda dalam bidang  percetakan dan kami berharap bahwa perkenalan ini akan menumbuhkan kepercayaan dan kerjasama perusahaan Anda dengan kami.

Hormat kami, 
TouchPro Surabaya

Lampiran :

Rabu, 11 Februari 2015

Relationship or Marriage

Asalamualaikum wr. wb.
artikel kali ini bakal membahas masalah soal anak muda kebanyakan, jadi selamat membaca yaaa semoga bermanfaat...
Pacaran NO... !!! Married YES.. !!!
Fenomena pacaran dikalangan anak muda emang udah engak asing lagi bagi kita bahkan sekarang engak cuma anak muda aja yang udah berumur pun ada loh..*super sekali* .Tentu masalahnya engak habis disitu aja yang paling berbahaya adalah dampak dari pacaran itu.

Buat para anak muda pasti pada udah ngerti sama tanggal 14 Februari yang "katanya" hari kasih sayang itu, terus pertanyaan nya cuma sehari aja sayang-sayangan nya? engak takut dosa? kan belum resmi? terus manfaat nya apa buat masa depan kamu? apa perlu sekarang sayang-sayangan nya? engak pengen kah kamu sukses dulu bisa buat bangga ortu dan berguna bagi agama kamu, bagi masyarakat kamu, bagi negara kamu? nah kalo sekarang udah paham kenapa masih dijalanin? udah terlanjur sayang? terlanjur cinta? atau terlanjur yang lainnya? kalo emang kamu sayang seharusnya kamu engak biarin dong dia malah terjerumus ke dosa zina. Kalo emang udah siap kenapa harus takut buat melamar? kan lebih halal begitu. Dampak dari pacaran yang belum jelas arahnya itu banyak contoh nih..
1. kalo masih pelajar tentu pelajaran terganggu karena konsentrasinya terpecah.
2. hubungan dengan masyarakat jadi kurang, karena waktunya habis buat jalan-jalan.
3. seks bebas, juga pernikahan dini.
4. dan yang lebih gawat sampai-sampai meninggalkan ibadah nya kepada Allah SWT..
 
Dampak Negatif
Menurut data SDKI 2008, yang dirilis BKKBN rata-rata nasional angka kematian ibu melahirkan (AKI) mencapai 228 per 100 ribu kelahiran hidup. Dari jumlah tersebut, kematian akibat aborsi tercatat mencapai 30 persen. Sementara itu, laporan 2013 dari Australian Consortium For In Country Indonesian Studies menunjukan hasil penelitian di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia terjadi 43 persen aborsi per 100 kelahiran hidup.Aborsi tersebut dilakukan oleh perempuan di perkotaan sebesar 78 % dan perempuan di pedesaan sebesar 40 %.Fasli mengatakan perempuan yang melakukan aborsi di daerah perkotaan besar di Indonesia umumnya berusia remaja dari 15 tahun hingga 19 tahun. Umumnya, aborsi tersebut dilakukan akibat kecelakaan atau kehamilan yang tidak diinginkan. Sumber : CNN Indonesia

Lihat sendiri kan angkanya itu cuma salah satu diantara banyak nya dampak dari pacaran yaitu ABORSI serem engak tuh buat para ladies dengernya? resiko dari aborsi kalo engak malu sama masyarakat karena hamil diluar nikah ya meninggal dunia tinggal pilih deh...*tapi itu bukan pilihan ya*.Terus bagaimana sih Islam menyikapi masalah pacaran ini berikut Ayat dalam Al-Quran yang akan menjelaskannya

-"Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik. (QS. An Nahl:72)


-"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-nur:30)

Nah dalam agama udah jelas kan kalo pacaran itu negatif,dalam masyarakat juga negatif dan dalam kehidupan bisa manghalangi impian kamu.

Daripada kegiatan yg engak jelas arahnya itu gimana kalo mulai sekarang kita berfikir lebih luas semisal bisa kegiatan yg menghasilkan uang,atau kegiatan sosial di masyarakat itu akan jauh lebih baik dan berguna pastinya.
So, kalimat yang tepat buat kesimpulan adalah..
Jadi putusin dia sekarang atau lamar dia sekarang...!!!


Islam bukan agama yang memaksakan, kita dikaruniai otak untuk berfikir mana yang baik dan yang buruk. Dan apabila sesuatu jika dipaksakan maka hasilnya juga tidak akan baik karena tidak akan ikhlas jalanin nya tapi sesuatu yang didasarkan pada kesadaran diri maka hasilnya akan luar biasa. Lagian hukumnya juga udah jelas kan semua pilihan ada di kamu.

quote: semua manusia pernah salah tapi inti dari kesalahan itu adalah bagaimana kita mau berubah untuk tidak mengulanginya lagi. See you.. wasalamualaikum wr wb

@ www.facebook.com/andria.herbowo?fref=ts
@ www.facebook.com/achmad.sabhar


Selasa, 10 Februari 2015

Pesona Bandealit

Terletak di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, pantai Bandealit menawarkan panorama yang mempesona dan indah untuk dikunjungi. Pantai ini terletak di sebelah selatan kota Jember, sekitar 35 Km dari pusat kota. Pantai Bandealit terletak bersebelahan dengan pantai Sukamade dan memiliki ombak yang tenang dan berpadu dengan keindahan alam yang hijau.



Menuju ke Bandealit, dapat melalui dua rute. Rute yang pertama yaitu dari Kota Jember menuju kecamatan Ambulu, sampai di perempatan Ambulu arah Pantai Papuma, belok kiri menuju Perkebunan Kota Blater, dibutuhkan waktu sekitar 3.5 jam total perjalanan. Mengingat perjalanan yang dilalui jauh dan hampir 70% perjalanan kita akan melalui jalan makadam. Saya sarankan menggunakan kendaraan ber ground clearance ataupun double gardan. Karena medan yang ditempuh sangat tidak bersahabat.

Masuk Taman Nasional Meru Betiri jalan yang beraspal digantikan dengan jalan makadam menembus belantara hutan lebat. Perjalanan selama hampir 2 - 3 jam melewati jalanan yang belum layak disebut jalan, sukses membuat pantat semakin tipis. Namun pemandangan yang dilewati sangatlah awesome, jalan naik turun dan berliku sungguh menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, lebatnya hutan kawasan Meru Betiri menambah kesan misteri, beberapa kali juga melewati jembatan kayu rapuh dengan sungai mengalir deras dibawahnya.




Bahkan sebelum pos penjagaan timbang kita akan menemukan plot permanen sebaran Rafflesia Arnoldi. Ya disini adalah tempat sebaran alami beberapa bunga Rafflesia Arnoldi dan jika beruntung kita dapat menemukan beberapa Bunga Rafflesia Arnoldi tersebut di beberapa titik.


Memasuki desa Andongrejo, ini adalah desa terakhir sebelum kita masuk di teluk merubetiri. Di persimpangan jalan, lurus menuju ke Pantai Bandealit, sedangkan jika belok kiri menuju Teluk Meru. Sebelum Pantai Bandealit, kita akan mendapati Jembatan tua dengan aliran sungai deras di bawahnya, sedikit menyisi dari sungai tersebut kita bisa menemukan sumur tua yang di kramatkan penduduk sekitar.




Rasa lelah di perjalanan selama kurang lebih 3 jam terbayar tuntas ketika terdengar deburan ombak memecah karang dari kejauhan, pemandangan pantai Bandealit menawarkan pesona yang berbeda, pantai ini menjadi persinggahan Rusa dan Babi, jika beruntung kita bisa menemukan kawanan mereka berjalan santai di hutan dekat muara.

Muara barat bandealit selain sebagai habitat mangrove, juga merupakan lokasi pengamatan burung air. Sungguh paket lengkap terbaik jika kita mengunjungi kawasan Meru Betiri, berkenalan dengan populasi beserta habitat asli didalamnya dan dengan pantai Bandealit sebagai bonusnya.




#Paradise Touring Club Sidoarjo :)


Minggu, 14 Desember 2014

Introspeksi Diri :)

       Pernahkah suatu kali kita menemui bahwa ternyata secara tak sengaja telah tersakiti hati orang-orang lain di sekitar kita. Kita melangkah memulai hari tanpa mengerti bahwa kemarin, dua hari lalu, atau hari-hari sebelumnya lagi, entah berapa banyak orang yang tak berkenan dengan apa yang telah kita lakukan. Walau tanpa sadar, walau tak bermaksud demikian, namun hati yang terlanjur tersakiti, sulit tuk dipulihkan lagi.Suatu kali, saat menjalani tingkat pertama perkuliahan, seseorang pernah berkata pada saya, “Kamu galak banget ya?” Ups! Saat itu saya benar-benar kaget. Galak? Ya, mungkin juga sih. Rasanya saya memang tidak pernah seperti si A, teman saya, yang bisa dengan ramainya berkicau menyapa setiap orang yang ia lewati di lorong kampus.
        Kemudian saya pun bertanya lebih lanjut, mencoba memahami “complain” yang saya terima hari itu. Teringat waktu kelas dua SMU dulu. Saat saya dan teman-teman lain menjadi pengurus OSIS SMU. Berkutat dengan pelajaran, sekaligus aktivitas kepengurusan, setiap hari rasanya ada saja bahan rapat sepulang sekolah. Capek? Sudah pasti. Tapi entah kenapa saya menyukai semua aktifitas itu. Sepertinya bila hari belum gelap, belum waktunya untuk pulang ke rumah. Tanpa sadar, aktifitas ini itu di sekolah serta tuntutan harus mencapai nilai-nilai yang baik, plus beberapa permasalahan yang juga saya hadapi di rumah, membuat sedikit tekanan yang akhirnya terbawa pada perilaku. Saya mungkin tak menyadari, tapi tidak dengan yang lain.

     Hari itu, saya dan teman-teman sedang duduk-duduk di depan sekolah. Tiba-tiba teman saya memanggil, “Kamu dicariin tuh, sama anak kelas 1-5.” Saya menoleh ke belakang, rupanya sedari tadi sudah berdiri dua orang anak kelas satu. Dua-duanya saya kenal, mereka anak-anak kelas satu yang rajin menghadiri acara Keputrian tiap Jumat. “Kenapa, dek?” tegur saya. Mereka mendekat, salah satunya menyodorkan sebuah buku, “Ng… ini kak, mau kembaliin bukunya. Maaf kelamaan minjemnya,” katanya dengan suara sangat pelan. Saya mengangguk sambil tersenyum kecil, dan mengambil buku tersebut. Mereka lantas lekas pergi setelah mengucapkan salam. Kemudian seorang teman saya yang lain berkata, “Eh, kemarin mereka nanya ke aku, tentang kamu.” Saya menatapnya heran, “Tanya apa?” “mereka tanya, “Kakak yang itu, maksudnya kamu, galak nggak sih?” Saya terhenyak. Pantas, tadi tampaknya mereka menghampiri dengan raut takut-takut dan suara nyaris tak terdengar. Saya berusaha keras mengingat-ingat, apa sih yang sudah saya lakukan sampai-sampai adik kelas takut kepada saya. Lalu saya hanya bisa nyengir pahit, karena saya tak berhasil mengingat apapun.
     Pernahkah kita menyadari bahwa bisa jadi hari ini kita telah mengecewakan banyak orang? Kita mengira bahwa hari ini telah dilewati dengan lancar tanpa gangguan dan kita akhiri hari dengan tidur nyenyak. Namun ternyata tadi pagi, saat kita lupa mencium tangan orang tua untuk pamit, terbersit sedikit kecewa di hati mereka. Tadi pagi, saat membayar ongkos bis, kita memberikannya dengan sodoran yang kasar hingga pak kondektur bis bertambah lelah dan penatnya bahkan merasa terhina. Tadi pagi, saat masuk ruangan kantor, kita lupa menyapa dan memberi salam dan senyum pada pak satpam dan beberapa teman yang sudah datang, hingga yang kita suguhkan hanyalah wajah lelah sehabis turun naik bis dan kerut kening pertanda banyak kerjaan kantor yang harus diselesaikan hari itu.

     Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa sedikit kesan tak enak yang orang lain tangkap dari tingkah laku kita, dapat membekas begitu dalam tanpa kita menyadarinya. Membuat mereka merasa sedih, kecewa, kesal, atau bahkan marah pada kita. Tanpa kita menyadari, bahwa hari itu telah kita lewati dengan menyakiti hati begitu banyak orang. Dan saat hati-hati mereka telah luka, rasanya tak lagi berarti permohonan maaf kita saat kita ucapkan, “I didn’t mean to…”
     Kesalahan yang tak disengaja, terkadang membuat kita sendiri heran. Kapan ya saya melakukan hal itu? Benar tidak ya, saya telah bersikap kasar padanya? Ah, saya kan tidak bermaksud begitu. I didn’t mean to. Dan sekian banyak pemaafan yang kita ukir untuk diri kita sendiri, tanpa peduli orang tersebut masih merasakan sakitnya hingga kini.

Tak usahlah lagi alasan itu dicari. Mari mulai memperbaiki, mulai saat ini. Sebab kita tak pernah tahu kapan diri kita pernah menyakiti.

sumber : http://www.emotivasi.com

Jumat, 12 Desember 2014

Merubah atau Dirubah !!!

Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Hal ini dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan Udara Amerika Serikat.
”I don’t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be a leader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time.”
("Saya tidak berpikir Anda harus memakai bintang-bintang di bahu Anda atau title untuk menjadi pemimpin. Siapa saja yang ingin mengangkat tangan dapat menjadi pemimpin setiap saat").
    General Ronal Fogleman, US Air Force —

Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out). Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab:
As for the best leaders, the people do not notice their existence. The next best, the people honour And praise. The next, the people fear, And the next the people hate. When the best leader’s work is done, The people say, ‘we did it ourselves’.
Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.

Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dijunjung, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).
Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka.
Saya menyaksikan sendiri dalam sebuah acara talk show TV yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, bagaimana Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.
Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.

A leader is one who sees more than others see, who sees farther than others see, and who sees before others see.
"Pemimpin adalah mereka yang mampu melihat lebih banyak dari orang lain, yang mampu melihat lebih jauh daripada orang lain, serta mampu melihat segala sesuatu sebelum orang lain." ‪#‎Leroy_Eimes


Leadership is a matter of intelligence, trustworthiness, humaneness, courage, and discipline ... When one has all five virtues together, each appropriate to its function, then one can be a leader. ‪#‎SunTzu