Change for Life
Rabu, 09 Mei 2018
Rabu, 31 Agustus 2016
TouchPro Surabaya
TouchPro Surabaya merupakan perusahaan periklanan, baik Indoor maupun Outdoor yang berpengalaman. Dengan didukung oleh sumber daya manusia yang handal, dan profesional. Kami menangani pekerjaan dengan hati-hati dan cermat, sehingga hasilnya akan memuaskan perusahaan Anda. Kami memberikan perhatian penuh pada kualitas pelayanan dan kualitas produk yang memuaskan klien. Kami merupakan solusi percetakan murah di surabaya, sidoarjo dan sekitarnya.
TouchPro Surabaya yang berlokasi di Jalan Jemur Gayungan Gg. 1 No 85 A Surabaya. Telp: 0851 3040 9602, Pin: 5E63151E, kami akan memberi anda lebih dari pelayanan konvensional.
Kami Menyediakan Berbagai Macam Pembuatan:
- Spanduk, Umbul – Umbul
- Banner
- Vandel / plakat (marmer/Acrilic),
- Sticker, Pin, Id card Dan Lain – Lain,
Dan Kami Juga Menyediakan Jasa cetak Undangan, Buku Yasin, dan souvenir. Kami melayani pemesanan di seluruh Area Surabaya dan Sidoarjo (Free Ongkir)*.
Kami Akan Selalu Siap Melayani Anda dalam bidang percetakan dan kami berharap bahwa perkenalan ini akan menumbuhkan kepercayaan dan kerjasama perusahaan Anda dengan kami.
Hormat kami,
TouchPro Surabaya
Lampiran :
Minggu, 25 Oktober 2015
Rabu, 11 Februari 2015
Relationship or Marriage
Asalamualaikum wr. wb.
artikel kali ini bakal membahas masalah
soal anak muda kebanyakan, jadi selamat membaca yaaa semoga bermanfaat...
![]() |
| Pacaran NO... !!! Married YES.. !!! |
Fenomena pacaran dikalangan anak muda emang
udah engak asing lagi bagi kita bahkan sekarang engak cuma anak muda aja yang
udah berumur pun ada loh..*super sekali* .Tentu masalahnya engak habis disitu
aja yang paling berbahaya adalah dampak dari pacaran itu.
Buat para anak muda pasti pada udah ngerti
sama tanggal 14 Februari yang "katanya" hari kasih sayang itu, terus
pertanyaan nya cuma sehari aja sayang-sayangan nya? engak takut dosa? kan belum
resmi? terus manfaat nya apa buat masa depan kamu? apa perlu sekarang
sayang-sayangan nya? engak pengen kah kamu sukses dulu bisa buat bangga ortu dan
berguna bagi agama kamu, bagi masyarakat kamu, bagi negara kamu? nah kalo
sekarang udah paham kenapa masih dijalanin? udah terlanjur sayang? terlanjur
cinta? atau terlanjur yang lainnya? kalo emang kamu sayang seharusnya kamu
engak biarin dong dia malah terjerumus ke dosa zina. Kalo emang udah siap
kenapa harus takut buat melamar? kan lebih halal begitu. Dampak dari pacaran
yang belum jelas arahnya itu banyak contoh nih..
1. kalo masih pelajar tentu pelajaran
terganggu karena konsentrasinya terpecah.
2. hubungan dengan masyarakat jadi
kurang, karena waktunya habis buat jalan-jalan.
3. seks bebas, juga pernikahan dini.
4. dan yang lebih gawat sampai-sampai
meninggalkan ibadah nya kepada Allah SWT..
Menurut data SDKI 2008, yang dirilis BKKBN
rata-rata nasional angka kematian ibu melahirkan (AKI) mencapai 228 per 100
ribu kelahiran hidup. Dari jumlah tersebut, kematian akibat aborsi tercatat
mencapai 30 persen. Sementara itu, laporan 2013 dari Australian Consortium For
In Country Indonesian Studies menunjukan hasil penelitian di 10 kota besar dan
6 kabupaten di Indonesia terjadi 43 persen aborsi per 100 kelahiran
hidup.Aborsi tersebut dilakukan oleh perempuan di perkotaan sebesar 78 % dan
perempuan di pedesaan sebesar 40 %.Fasli mengatakan perempuan yang melakukan
aborsi di daerah perkotaan besar di Indonesia umumnya berusia remaja dari 15
tahun hingga 19 tahun. Umumnya, aborsi tersebut dilakukan akibat kecelakaan
atau kehamilan yang tidak diinginkan. Sumber : CNN Indonesia
Lihat sendiri kan angkanya itu cuma salah
satu diantara banyak nya dampak dari pacaran yaitu ABORSI serem engak tuh buat
para ladies dengernya? resiko dari aborsi kalo engak malu sama masyarakat
karena hamil diluar nikah ya meninggal dunia tinggal pilih deh...*tapi itu bukan
pilihan ya*.Terus bagaimana sih Islam menyikapi masalah pacaran ini berikut
Ayat dalam Al-Quran yang akan menjelaskannya
-"Bagi kalian Allah menciptakan
pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari
istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada
kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” (QS. An Nahl:72)
-"Katakanlah kepada orang laki-laki
yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya;
yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-nur:30)
Nah dalam agama udah jelas kan kalo pacaran
itu negatif,dalam masyarakat juga negatif dan dalam kehidupan bisa manghalangi
impian kamu.
Daripada kegiatan yg engak jelas arahnya
itu gimana kalo mulai sekarang kita berfikir lebih luas semisal bisa kegiatan
yg menghasilkan uang,atau kegiatan sosial di masyarakat itu akan jauh lebih
baik dan berguna pastinya.
So, kalimat yang tepat buat kesimpulan
adalah..
Jadi
putusin dia sekarang atau lamar dia sekarang...!!!
Islam bukan agama yang memaksakan, kita
dikaruniai otak untuk berfikir mana yang baik dan yang buruk. Dan apabila sesuatu
jika dipaksakan maka hasilnya juga tidak akan baik karena tidak akan ikhlas
jalanin nya tapi sesuatu yang didasarkan pada kesadaran diri maka hasilnya akan
luar biasa. Lagian hukumnya juga udah jelas kan semua pilihan ada di kamu.
quote: semua manusia pernah salah tapi inti
dari kesalahan itu adalah bagaimana kita mau berubah untuk tidak mengulanginya
lagi. See you.. wasalamualaikum wr wb
@ www.facebook.com/andria.herbowo?fref=ts
@ www.facebook.com/achmad.sabhar
Selasa, 10 Februari 2015
Pesona Bandealit
Menuju ke Bandealit,
dapat melalui dua rute. Rute yang pertama yaitu dari Kota Jember menuju
kecamatan Ambulu, sampai di perempatan Ambulu arah Pantai Papuma, belok kiri
menuju Perkebunan Kota Blater, dibutuhkan waktu sekitar 3.5 jam total
perjalanan. Mengingat perjalanan yang dilalui jauh dan hampir 70% perjalanan
kita akan melalui jalan makadam. Saya sarankan menggunakan kendaraan ber ground
clearance ataupun double gardan. Karena medan yang ditempuh sangat tidak
bersahabat.
Masuk Taman Nasional
Meru Betiri jalan yang beraspal digantikan dengan jalan makadam menembus
belantara hutan lebat. Perjalanan selama hampir 2 - 3 jam melewati jalanan yang
belum layak disebut jalan, sukses membuat pantat semakin tipis. Namun
pemandangan yang dilewati sangatlah awesome, jalan naik turun dan berliku
sungguh menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, lebatnya hutan kawasan Meru
Betiri menambah kesan misteri, beberapa kali juga melewati jembatan kayu rapuh
dengan sungai mengalir deras dibawahnya.
Bahkan sebelum pos
penjagaan timbang kita akan menemukan plot permanen sebaran Rafflesia Arnoldi.
Ya disini adalah tempat sebaran alami beberapa bunga Rafflesia Arnoldi dan jika
beruntung kita dapat menemukan beberapa Bunga Rafflesia Arnoldi tersebut di
beberapa titik.
Memasuki desa
Andongrejo, ini adalah desa terakhir sebelum kita masuk di teluk merubetiri. Di
persimpangan jalan, lurus menuju ke Pantai Bandealit, sedangkan jika belok kiri
menuju Teluk Meru. Sebelum Pantai Bandealit, kita akan mendapati Jembatan tua
dengan aliran sungai deras di bawahnya, sedikit menyisi dari sungai tersebut
kita bisa menemukan sumur tua yang di kramatkan penduduk sekitar.
Rasa lelah di perjalanan selama kurang lebih 3 jam terbayar tuntas ketika terdengar deburan ombak memecah karang dari kejauhan, pemandangan pantai Bandealit menawarkan pesona yang berbeda, pantai ini menjadi persinggahan Rusa dan Babi, jika beruntung kita bisa menemukan kawanan mereka berjalan santai di hutan dekat muara.
Muara barat bandealit selain sebagai habitat mangrove, juga merupakan
lokasi pengamatan burung air. Sungguh paket lengkap terbaik jika kita
mengunjungi kawasan Meru Betiri, berkenalan dengan populasi beserta habitat
asli didalamnya dan dengan pantai Bandealit sebagai bonusnya.
#Paradise Touring Club Sidoarjo :)
Minggu, 14 Desember 2014
Introspeksi Diri :)
Pernahkah suatu kali kita menemui bahwa ternyata secara tak sengaja telah tersakiti hati orang-orang lain di sekitar kita. Kita melangkah memulai hari tanpa mengerti bahwa kemarin, dua hari lalu, atau hari-hari sebelumnya lagi, entah berapa banyak orang yang tak berkenan dengan apa yang telah kita lakukan. Walau tanpa sadar, walau tak bermaksud demikian, namun hati yang terlanjur tersakiti, sulit tuk dipulihkan lagi.Suatu kali, saat menjalani tingkat pertama perkuliahan, seseorang pernah berkata pada saya, “Kamu galak banget ya?” Ups! Saat itu saya benar-benar kaget. Galak? Ya, mungkin juga sih. Rasanya saya memang tidak pernah seperti si A, teman saya, yang bisa dengan ramainya berkicau menyapa setiap orang yang ia lewati di lorong kampus.
Kemudian saya pun bertanya lebih lanjut, mencoba memahami
“complain” yang saya terima hari itu. Teringat waktu kelas dua SMU dulu. Saat
saya dan teman-teman lain menjadi pengurus OSIS SMU. Berkutat dengan pelajaran,
sekaligus aktivitas kepengurusan, setiap hari rasanya ada saja bahan rapat
sepulang sekolah. Capek? Sudah pasti. Tapi entah kenapa saya menyukai semua
aktifitas itu. Sepertinya bila hari belum gelap, belum waktunya untuk pulang ke
rumah. Tanpa sadar, aktifitas ini itu di sekolah serta tuntutan harus
mencapai nilai-nilai yang baik, plus beberapa permasalahan yang juga saya
hadapi di rumah, membuat sedikit tekanan yang akhirnya terbawa pada perilaku.
Saya mungkin tak menyadari, tapi tidak dengan yang lain.Hari itu, saya dan teman-teman sedang duduk-duduk di depan sekolah. Tiba-tiba teman saya memanggil, “Kamu dicariin tuh, sama anak kelas 1-5.” Saya menoleh ke belakang, rupanya sedari tadi sudah berdiri dua orang anak kelas satu. Dua-duanya saya kenal, mereka anak-anak kelas satu yang rajin menghadiri acara Keputrian tiap Jumat. “Kenapa, dek?” tegur saya. Mereka mendekat, salah satunya menyodorkan sebuah buku, “Ng… ini kak, mau kembaliin bukunya. Maaf kelamaan minjemnya,” katanya dengan suara sangat pelan. Saya mengangguk sambil tersenyum kecil, dan mengambil buku tersebut. Mereka lantas lekas pergi setelah mengucapkan salam. Kemudian seorang teman saya yang lain berkata, “Eh, kemarin mereka nanya ke aku, tentang kamu.” Saya menatapnya heran, “Tanya apa?” “mereka tanya, “Kakak yang itu, maksudnya kamu, galak nggak sih?” Saya terhenyak. Pantas, tadi tampaknya mereka menghampiri dengan raut takut-takut dan suara nyaris tak terdengar. Saya berusaha keras mengingat-ingat, apa sih yang sudah saya lakukan sampai-sampai adik kelas takut kepada saya. Lalu saya hanya bisa nyengir pahit, karena saya tak berhasil mengingat apapun.
Pernahkah kita menyadari bahwa bisa jadi hari ini kita telah
mengecewakan banyak orang? Kita mengira bahwa hari ini telah dilewati dengan
lancar tanpa gangguan dan kita akhiri hari dengan tidur nyenyak. Namun ternyata
tadi pagi, saat kita lupa mencium tangan orang tua untuk pamit, terbersit
sedikit kecewa di hati mereka. Tadi pagi, saat membayar ongkos bis, kita
memberikannya dengan sodoran yang kasar hingga pak kondektur bis bertambah
lelah dan penatnya bahkan merasa terhina. Tadi pagi, saat masuk ruangan kantor,
kita lupa menyapa dan memberi salam dan senyum pada pak satpam dan beberapa
teman yang sudah datang, hingga yang kita suguhkan hanyalah wajah lelah sehabis
turun naik bis dan kerut kening pertanda banyak kerjaan kantor yang harus
diselesaikan hari itu.
Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa sedikit kesan tak enak yang orang lain tangkap dari tingkah laku kita, dapat membekas begitu dalam tanpa kita menyadarinya. Membuat mereka merasa sedih, kecewa, kesal, atau bahkan marah pada kita. Tanpa kita menyadari, bahwa hari itu telah kita lewati dengan menyakiti hati begitu banyak orang. Dan saat hati-hati mereka telah luka, rasanya tak lagi berarti permohonan maaf kita saat kita ucapkan, “I didn’t mean to…”
Kesalahan yang tak disengaja, terkadang membuat kita sendiri
heran. Kapan ya saya melakukan hal itu? Benar tidak ya, saya telah bersikap
kasar padanya? Ah, saya kan tidak bermaksud begitu. I didn’t mean to. Dan
sekian banyak pemaafan yang kita ukir untuk diri kita sendiri, tanpa peduli
orang tersebut masih merasakan sakitnya hingga kini.
Tak usahlah lagi alasan itu dicari. Mari mulai memperbaiki, mulai saat ini. Sebab kita tak pernah tahu kapan diri kita pernah menyakiti.
sumber
: http://www.emotivasi.com
Jumat, 12 Desember 2014
Merubah atau Dirubah !!!
Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh
pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul
dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi
pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan
pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Hal ini
dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan Udara Amerika
Serikat.
”I
don’t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be a
leader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time.”
("Saya
tidak berpikir Anda harus memakai bintang-bintang di bahu Anda atau title untuk
menjadi pemimpin. Siapa saja yang ingin mengangkat tangan dapat menjadi
pemimpin setiap saat").
— General Ronal Fogleman, US Air Force —
— General Ronal Fogleman, US Air Force —
Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih
merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam
diri seseorang. Kepemimpinan
bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang
perubahan dalam diri seseorang.
Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian
dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika
setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya,
dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat
itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan
yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari
dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal
(leadership from the inside out). Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao
Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia
menjawab:
As for the best leaders, the people do not notice
their existence. The next best, the people honour And praise. The next, the
people fear, And the next the people hate. When the best leader’s work is done,
The people say, ‘we did it ourselves’.
Justru
seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka
yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh
anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin
sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan
maximizer.
Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang
baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang
justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang
dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dijunjung, semakin tinggi hati dan lupa
dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang
didasarkan pada kerendahan hati (humble).
Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan
sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin
besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi
negara yang demokratis dan merdeka.
Saya menyaksikan sendiri dalam sebuah acara talk show TV yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, bagaimana Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.
Saya menyaksikan sendiri dalam sebuah acara talk show TV yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, bagaimana Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.
Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan
dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya.
Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa
perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya
integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi
serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.
A leader is one who
sees more than others see, who sees farther than others see, and who sees
before others see.
"Pemimpin adalah
mereka yang mampu melihat lebih banyak dari orang lain, yang mampu melihat
lebih jauh daripada orang lain, serta mampu melihat segala sesuatu sebelum
orang lain." #Leroy_Eimes
Leadership is a matter of
intelligence, trustworthiness, humaneness, courage, and discipline ... When one
has all five virtues together, each appropriate to its function, then one can
be a leader. #SunTzu
Langganan:
Postingan (Atom)















